Assalammu’alaikum,

Allah Azza Wa Jalla sebagai Tuhan yang Maha Esa, Maha berkuasa telah menciptakan manusia sebagai penebar kasih bagi seluruh penjuru alam. Wa maa arsalnaaka illaa rahmatan lil'aalamiin. Demikianlah Allah Azza Wa Jalla berfirman kepada Nabi Muhammad Shallalahu 'Alaihi Wasallam. Namun, sepanjang kehidupan manusia yang penuh lika-liku, seringkali mereka lalai dan hilang arah mengenai apa yang seharusnya mereka lakukan dan apa yang seharusnya mereka kejar untuk menggapai kebahagiaan abadi. Surga, yang lebarnya seluas langit dan bumi.

Untuk kembali kepada Tuhan atau dalam istilah islam yaitu bertaubat, kita perlu mengenal terlebih dahulu siapa Tuhan kita, Apa yang Ia inginkan dari kita, dan kemana kita kelak kembali ketika jatah usia kita telah terhenti. Namun, terkadang kita lupa. Dan lupa ini menjadikan kita terombang-ambing dalam kehidupan, mengejar suatu yang tak pasti yaitu dunia, berlomba-lomba nengumpulkan harta dan membanggakan anak-anak kita. Yang kita sendiri pun kadang tahu, suatu saat nanti mereka akan pergi meninggalkan kita. Ya, kalau mereka tidak meninggalkan kita, tentu kita justru yang akan meninggalkan mereka. Siap tidak siap, itu sebuah kepastian yang tidak dapat kita pungkiri kebenaran dan ketetapannya. Hanya tinggal menunggu waktu, karena tiada satu pun yang benar-benar tahu kecuali Dia.

Lalu, cukupkah sekedar menunggu? Sebagai seorang muslimah seharusnya tidak boleh bersikap demikian. Muslimah, yang terkadang menjelma sebagai seorang ibu, seorang istri, seorang remaja, atau bahkan sebagai tokoh masyarakat yang berpengaruh di lingkungannya perlu semacam petunjuk atau pedoman, sehingga apa yang mereka perjuangkan selama ini yaitu menebar kasih sayang tidak begitu saja menguap karena seakan tidak ada pena yang bersedia mencatat semua gerak-gerik muslimah. Ya, kasih sayang, sebuah sifat yang sangat kental menggambarkan komunitas kaum hawwa' dimanapun mereka berada dan apapun peran yang mereka emban dalam kehidupan. Entah itu sebagai ibu, sebagai istri, sebagai remaja putri, maupun tokoh masyarakat yang disegani oleh seluruh pihak karena kompetensi yang Allah Azza Wa Jalla anugerahkan kepadanya.

Perjuangan terkadang melelahkan. Dan terkadang kehidupan memang diwarnai dengan kegagalan dan kebosanan agar muslimah tahu bahwa memang seperti itulah menjalani hidup. Hidup tidak semanis di film-film korea atau drama-drama televisi yang kita amati sehari-hari. Lalu bagaimana mencari hiburan yang tepat saat diri kita dirundung masalah dan seakan hidup membebani hati kita dan mengganggu ketentramannya? Disinilah fungsi Kitab suci, dengan kitab suci Tuhan ingin membersihkan jiwa kita. Tuhan ingin mengangkat noda-noda dunia yang membebani kita dengan cahaya yang memancar dari setiap huruf yang kita baca. Sebagai tips, cobalah sesekali saat anda memiliki masalah, diam-diam ambillah kitab suci anda dan bayangkan seakan-akan itu surat cinta yang datang dari Dia yang sangat mencintai anda dan itu ditujukan khusus untuk anda. Baca perlahan dan hayati setiap pesan yang tersirat maupun tersurat. Tidak perlu tergesa-gesa. Satu ayat yang menghibur dan merubah hidup anda jauh lebih berarti daripada solusi yang datangnya dari manusia yang  belum tentu terjamin dan pasti. Okey, selamat berdua dengan-Nya.

Wassalammu’alaikum.

Related Artikel

Comments Artikel