Pernahkah anda dicela karena kekurangan fisik yang melekat di dalam diri anda?
Apakah anda bersedih terhadap celaan tersebut? Bila iya, selamat!!! Berarti anda tidak sendiri. Mengapa saya katakan demikian? Karena bila anda tahu, hampir semua orang di sekeliling anda juga berjuang melawan berbagai jenis celaan orang-orang di sekelilingnya. Dan merupakan hal yang sangat wajar apabila seseorang memiliki kekurangan dan dicela, kemudian  ia merasa sedih. Lalu bagaimana dengan orang yang berlarut-larut dalam kesedihan, wajarkah? Pembahasan tentang hal ini sebenarnya sudah ada dalam islam. Maka bersyukurlah, karena setelah membaca artikel ini, insyaAllah anda tidak akan lagi merasa sedih dengan celaan orang-orang di sekitar anda. Mari kita simak hadits di bawah ini berikut penjelasannya.
Rasulullah Shallalahu 'Alaihi Wasallam bersabda bahwa wanita shalihah adalah sebaik-baik perhiasan dunia. Dari Amr ibnu Radhiyallahu 'Anhu : ”Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasannya adalah wanita shalihah.” (HR.Muslim, Ibnu Majah dan An Nasa'i)
Sedih karena dicela memang wajar, namun berlarut dalam hal itu bukanlah sifat seorang wanita yang shalihah. Ingat kata Nabi, sebaik-baik perhiasan, kalimat ini yang harus kita simpan dalam hati dan merenungkannya dengan pemikiran yang jernih. Ya, anda adalah sebaik-baik perhiasan itu. Perumpamaan wanita shalihah bagaikan emas, saat ia memiliki kekurangan, itu bagaikan emas yang berdebu. Apakah seseorang akan membiarkan saat emas terkotori oleh debu. Tentu tidak, semua orang di sekelilingnya akan berkomentar dan berusaha peduli dengan keadaan emas tersebut. Nah, tepat sekali. Saat orang-orang di sekitar anda mencela anda, sebenarnya mereka bukan menghina anda. Justru mereka peduli atas apa yang ada pada diri anda. Bahkan sampai-sampai, mereka mengabaikan keadaan mereka sendiri. Bukankah mereka juga belum tentu bebas dari debu?
Selain memahami bahwa celaan merupakan tanda kepedulian, ada hal lain yang perlu kita cermati. Harga emas tidak akan berkurang hanya karena tertutupi oleh debu. Bahkan saat ia terendam dalam lumpur pun. Ia tetap sesuatu yang berharga, indah, dan memiliki nilai jual yang sangat tinggi. Begitu pula dengan anda wahai sebaik-baik perhiasan. Anda terlalu berharga bila harus tersinggung dengan komentar manusia-manusia yang tidak mengenal jati diri anda. Justru sebaliknya, saat anda mensyukuri dan menyadari betapa Allah memuliakan anda, anda akan semakin yakin bahwa kecantikan adalah kecantikan jiwa sedangkan titipan lain berupa anugerah fisik adalah hal yang harus senantiasa kita syukuri dan kita jaga dengan merawat dan melindunginya semampu kita. Bukankah yang Allah lihat adalah hati dan ketaqwaan kita?


Ditulis oleh : Rizky Aji Purwantara

Related Artikel

Comments Artikel