Selain mengacu pada kalendar masehi, sebagai umat muslim kita juga mengenal akan kalendar hijriyah. Dalam kalendar Islam, terdapat 12 bulan yang masing-masing memiliki karakteristik. Beberapa di antaranya memiliki keistimewaan karena dimuliakan oleh Nabi Muhammad SAW dan umat Islam. Salah satunya adalah bulan ketujuh di penanggalan hijriyah yakni bulan Rajab.

Nama bulan Rajab berasal dari kata Tarjib, yang memiliki arti ‘terhormat’. Dari namanya saja bisa kita tebak bahwa Rajab bukanlah bulan biasa. Meski kemuliaannya tidak lebih dari bulan Ramadhan, Bulan Rajab juga memberi kesempatan pada umat muslim untuk melakukan penebusan dosa dan mengumpulkan pahala sebanyak-banyaknya. Selain itu, Rajab juga memiliki banyak keistimewaan, apa saja? Simak uraiannya berikut!

1. Terjadinya Peristiwa Isra’ Mi’raj

Kapan tepatnya Isra’ Mi’raj terjadi memang masih menjadi perdebatan. Namun diyakini, peristiwa agung dan suci tersebut terjadi pada tanggal 27 Rajab. Ini menambah keistimewaan Rajab. Peristiwa isra mi’raj mengingatkan kita sebagai umat muslim pada sebuah perjalanan spiritual yang dilakukan Rasulullah dalam menembus dimensi ruang dan waktu. Allah SWT dengan kebesaran-Nya, memberangkatkan Rasulullah dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha kemudian naik ke langit ke-7 menuju Sidratul Muntaha. Di peristiwan tersebutlah Rasulullah SAW mendapatkan perintah untuk melaksanakan shalat 5 waktu.

2. Bulan Haram

Allah berfirman: “Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu.” (QS. At Taubah: 36) ,Bulan Rajab termasuk ke dalam empat bulan haram bersama dengan bulan Dzulhijjah, Dzulqa’dah, Muharram. Bulan haram adalah saat-saat Allah mengharamkan kita menyakiti orang lain, apapun alasannya. Menyakiti orang lain saja dilarang, apalagi menyakiti diri sendiri. Kita juga dianjurkan menghindari segala perbuatan dosa karena perhitungannya di bulan ini akan dilipatgandakan.

3. Mendapatkan Pahala Berlipat Ganda

Sebagai manusia, tentu kita tidak pernah luput dari dosa. Namun bukan berarti kita tidak bisa bertaubat dan memperbaiki diri. Karena itu, Allah SWT  berfirman barangsiapa yang berpuasa dan beribadah di Bulan Rajab, maka Dia akan menutup pintu-pintu neraka baginya dan membukakan pintu surga. Bahkan disebutkan, di dalam surga terdapat sungai yang airnya hanya bisa diminum oleh mereka yang berpuasa dan membaca sholawat di Bulan Rajab.

4. Anjuran Puasa di Bulan Haram

Hadis-hadis Nabi yang menganjurkan atau memerintahkan berpuasa dalam bulan- bulan haram (Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab) itu cukup menjadi hujjah atau landasan mengenai keutamaan puasa di bulan Rajab. Diriwayatkan dari Mujibah al-Bahiliyah, Rasulullah bersabda "Puasalah pada bulan-bulan haram." (Riwayat Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Ahmad).

Hadis lainnya adalah riwayat al-Nasa'i dan Abu Dawud (dan disahihkan oleh Ibnu Huzaimah): "Usamah berkata pada Nabi Muhammad SAW, “Wahai Rasulallah, saya tak melihat Rasul melakukan puasa (sunnah) sebanyak yang Rasul lakukan dalam bulan Sya'ban. Rasul menjawab: 'Bulan Sya'ban adalah bulan antara Rajab dan Ramadan yang dilupakan oleh kebanyakan orang.'"

 

Related Artikel

Comments Artikel