Muharram, merupakan bulan awal di dalam kalender umat islam yang juga sebagai wujud pertanda telah bergantinya tahun yang baru bagi umat islam seluruh dunia. Sejarah panjang telah tercatat di buku- buku sejarah islam dan sudah dijelaskan oleh kalam Allah melalui Al- qur’an. Sejatinya, tahun baru islam merupakan tahun baru yang sesungguhnya, dimana pada saat disepakatainya penentuan kalender hijriyah sejak zaman nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam telah dimusyawarahkan bersama para sahabat nabi yang pada saat itu dihadiri pula oleh sang singa padang pasir, yaitu Umar Bin Khattab.

        Berbicara mengenai tahun baru hijriyah ada baiknya kita sedikit menoleh ke tahun hijriyah sebelumnya, menoleh untuk mengoreksi diri, memperbaiki, dan senantiasa mensyukuri nikmat-Nya dalam kehidupan kita. Tahun baru islam 1440 H, bukan hanya sebatas untaian ucapan selamat semata, melainkan juga doa yang timbul dari kesungguhan hati untuk berniat dan berikhtiar selalu memperbaiki diri.

         Dengan kita semakin menyadari bahwa hidup ini hanya sementara, dan benar- benar menjadi orang yang berharap ridho dari Allah, akan lebih memiliki sikap optimis, lapang dada, kosong hatinya dari sifat dengki, dan selalu berkhusnudzon hingga menganggap semua yang terjadi adalah kehendak Allah dan penuh dengan hikmah. Dengan begitu, kita akan merasakan kelezatan atau kemanisan dari iman untuk melakukan ibadah dan ketaatan kepada Allah Ta’ala. Allah berfirman dalam surat Al- Fath ayat 18, yang artinya “Sesungguhnya Allah telah meridhoi orang- orang mukmin ketika mereka telah berjanji setia kepadamu (Muhammad) di bawah pohon, Dia mengetahui apa yang ada di dalam hati mereka, lalu Dia memberikan ketenangan atas mereka dan memberi balasan dengan kemenangan yang dekat”. (Q.S. Al- Fath: 18).

        Memperbaiki diri adalah hal yang seharusnya kita lakukan pada setiap kesempatan, dengan memperbaiki diri secara tak langsung kita pun berhijrah menuju akhlaqul karimah. Memperbaiki akhlaq sama halnya memperbaiki tingkah laku, sikap kita yang kurang pantas selama ini baik kita lakukan secara sengaja maupun tidak sengaja. Seraya memperbaiki akhlaq, kita juga menuju jalan yang diridhoi Allah. Ridho Allah adalah dambaan bagi setiap hamba muslim yang menyadari bahwa itulah harta paling mahal yang pantas kita perebutkan.

           Hijriyah, adalah moment yang tepat untuk memulai untuk memperbaiki akhlaq serta mengoreksi diri dengan benar- benar memegang teguh ajaran agama Allah, atau justru kita yang serakah, menggenggam erat harta yang Dia titipkan hingga enggan menggunakannya untuk ibadah di jalan Allah justru mengantarkan ke pintu neraka. Naudzubillahimindzalik.

          Muslimah hayyu, salah satu makna hijrah adalah peningkatan kualitatif perjuangan diri dalam bermasyarakat untuk menjadi sebaik- baiknya manusia. Seraya mempererat sikap ukhuwah islamiyah  secara utuh dengan orang- orang disekitar kita. Itulah salah satu yang merupakan makna hijrah yang sesungguhnya di bulan muharram ini.

 

Related Artikel

Comments Artikel