Mengatasi Takut dan Sedih

Apa kabar muslimah hayyu? Dalam kehidupan ini, kita kerap dihiasi rasa takut terhadap apa yang akan terjadi dan sedih terhadap duka di masa lalu. Bagaimana mengatasi itu semua? Pada kesempatan kali ini, akan kita kupas kiat kiat agar dapat mengatasi rasa takut dan sedih yang seringkali menghantui sehingga kehidupan kita menjadi suram dan kurang bercahaya. Mari kita simak ulasan yang akan dipaparkan berikut ini.

Manusia dengan segala problemanya kerap merasa takut karena tidak tahu apa yang akan terjadi. Ketakutan berhubungan erat dengan masa depan. Saat kita punya bekal memadai, kita merasa berani. Namun sebaliknya, bila merasa kurang, kita akan takut. Rasa takut itu akan terus mewarnai manakala kita memikirkan terus menerus kemungkinan buruk yang akan datang sehingga kita merasa selalu kurang meski bekal yang kita bawa sebenarnya cukup dan dapat mengatasi kebutuhan kita.

Begitu pun dengan rasa sedih. Rasa sedih berkaitan dengan luka dan duka di masa lampau. Saat mengalami kesenangan dan keceriaan kita merasa bahagia. Namun terkadang hal itu justru terjadi sesaat dan nyatanya, kesedihan di masa lalu lebih mendominasi sehingga kita merasa sulit menggapai kebahagiaan karena apa yang terjadi di masa lalu. Untuk mengatasi perasan ini, mari kita simak firman Allah dalam surat Fusshilat ayat 30.

Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka (istiqamah), maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: "Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan taman yang telah dijanjikan Allah kepadamu". Dari firman Allah barusan, kita pahami benar bahwa perasaan kita akan stabil jika kita istiqamah. Istiqamah dalam hal apa? Mari kita mulai dari yang sederhana dulu. Bagaimana kabar shalat shubuh kita? Bagaimana tanggapan hati kita saat mendengar lantunan adzan di masjid dekat rumah kita?

Ketika kembali pada Allah, kita akan ditemani ribuan malaikat di sekeliling kita yang tak lelah memotivasi kita sehingga lenyap rasa takut dan sedih. Sehingga puncaknya adalah merasakan suasana taman surga dalam hati kita yaitu kedekatan dengan Allah sedekat dekatnya karena Allah tidak pernah mengingkari janji bagi hamba hambanya yang kembali dan istiqamah.

 

Rizky Aji Purwantara

Jumat, 20 Juli 2018

Related Artikel

Comments Artikel